Oleh: yasm1n | September 4, 2008

New Life Begin

New Life

 

Alhamdulillah bisa nulis lagi, mumpung nggak ada kerjaan di kantor, kerjaan udah pada dihandle ma adek kelas karena aku kelamaan cuti, jadi lapang deh, (bilang aja malas kerja..:P)

Bulan Ramadhan udah memasuki hari ke 4.. nggak kerasa ya perasaan baru minggu kemarin aku pulang kampung lebaran di Banjar..

Oh ya yang udah kasih komen dan yang udah sering bolak-balik liat blog aku tapi ternyata berujung kecewa karena blognya jarang di update..dan komennya baru di approve sekarang…

Aku mohon maaaaaffff banget.. bukan niatku nganggurin blogku yang udah terlanjur dipromosiin sana sini, tapi karena ada beberapa hal dan kejadian yang ujung-ujungnya telah mengubah hidupku, berbeda

Yup.. I’ve get married…

Tanggal 10 Agustus 2008 merupakan momen terpenting bagi seseorang wanita yaitu aku, karena tanggal itu merupakan perubahan terpenting dalam hidupku, dan akan menjadi ladang pelajaran yang akan kujalani seumur hidup….belajar menjadi seorang isteri.

Jujur pertama kali menghabiskan waktu dan terbuka dengan seseorang lelaki yang sebelumnya asing bagiku merupakan adaptasi yang sangat berat. Aku adalah wanita yang individualistisnya sangat tinggi, bebas menentukan waktu sendiri, dan independen terhadap keputusanku sendiri mungkin karena sebelumnya aku udah hidup mandiri selama 4 tahun, jauh dari lingkungan yang bernama keluarga, jadi menjadi seorang anggota keluarga, apalagi keluarga yang belum kukenal sebelumnya, harus banyak membuka mata hati dan pikiran, oh begini seharusnya… oh begitu ternyata…. oh ini kebiasaan mereka…. oh ini yang nggak pantas..ga se ena’e dewe

Cara berkomunikasi, cara makan, waktu berkumpul yang drastis berbeda seperti yang aku alami selama 18 tahun aku hidup di keluargaku sebelum aku ngekos,

Paling simple aja, cara makanku yang nggak biasa pake sendok, (capek megangnya..)

Alias pake kayuhan tangan, terus suami yang justru kalo bisa pake sendok ya pake, dan makan bersama yang jadi agenda wajib di keluargaku ternyata tidak halnya di keluarga suami, kebetulan kami masih numpang di tempat mertua, makanya akulah yang praktis harus terbiasa dengan kebiasaan mereka.

Apalagi ibu mertua belum mengijinkan untuk berpisah dari rumah sebelum lebaran tiba, mungkin karena beliau ragu aku bisa masak buat sahur heheh..(and she’s right) yah, paling tidak dari beliaulah aku melihat dan belajar gimana cara yang benar ngurus lelaki.. hehehe enak sih soalnya nggak ngeluarin biaya buat ngontrak tapi..

Yang bikin nggak enak hati, terutama bagi aku yang terkategori ‘numpang’, aku nggak bisa bantu beliau secara maksimal, paling banter abis tarawih aku nyuciin piring, yang masak, yah ibu lah, lha aku ma suami pulang senja, dah mau azan.

 Seabrek teori2 tentang pernikahan yang kupelajari sebelum nikah jadi hanya sebatas barisan kata-kata di kepalaku, nyatanya prakteknya sangat kondisional,

Aku belum bisa menjadi seorang isteri sepenuhnya, sampai mungkin kami pisah dari keluarga dan membentuk keluarga dan rumah sendiri. Insya Allah nanti.

 

 

 

  

 

 

Oleh: yasm1n | Juni 10, 2008

Aku Ingin Pulang

Kemanapun aku pergi

bayang-bayangmu mengejar

bersembunyi dimanapun

slalu engkau temukan

aku merasa letih

dan ingin sendiri

kutanya pada siapa

tak ada yang menjawab

sebab semua peristiwa

hanya dirongga dada

 

pergulatan yang panjang

dalam kesunyian….

 

aku mencari

jawaban di laut

kuseret langkah

menyusuri pantai

aku merasa

mendengar suara

menutupi jalan

menghentikan petualangan

kemanapun aku pergi

selalu kubawa-bawa

perasaan yang bersalah

datang menghantuiku

masih mungkinkah

pintumu kubuka

dengan kunci yang pernah

kupatahkan

lihatlah

aku terkapar dan luka

dengarkanlah

jeritan dalam jiwa

 

aku ingin pulang….

aku harus pulang……..

song : Ebieth G Ade

 

Oleh: yasm1n | Juni 6, 2008

Bint*ng

apa kabar bintang

kulihat cahyamu meredup beberapa hari ini

adakah malam mulai tak bersahabat

atau awan hitam mendominasimu

lelahkah kau bersinar

menyibak tirai malam yang berkabut

menyelinap bersama cahya bulan

memantul di wajah teduh mereka yang menyukaimu

bintang

cemburukah kau pada surya

yang tak pernah kehilangan semangatnya

tak pernah meredup pijarnya

kedatangannya ditunggu

tenggelamnya dinantikan

keberadaannya menjadi pertanda

tapi kau

adakah yang menyadari keberadaanmu

adakah yang setia menunggu kehadiranmu

adakah yang merindu cahyamu

bintang

jangan cemburu pada surya

jangan menganggap tak ada yang merindukanmu

jangan takut tak ada yang setia padamu

bersemangatlah

berpijarlah

akulah yang selalu ingin kau hadir di tiap malamku

akulah yang merindumu saat absenmu

akulah yang merasa bahwa kau bagian hidupku

akulah yang tak rela melihatmu redup

bersemangatlah

berpijarlah

walau bukan untuk aku

walau tak cukup hanya demi aku

lakukanlah demi dunia

berikan manfaatmu pada dunia

berperanlah menerangi dunia

sekecil apapun dirimu..

 

(In My Lonely Night)

 

Oleh: yasm1n | Mei 15, 2008

Saatnya pejamkan mata

Hari ini miladku yang ke 22, dulu aku termasuk orang yang nggak pedulian sama tanggal kelahiran dan hal2 yang berbau perayaannya, mungkin aku agak cuekan terhadap tanggal, (karena ada 2 tipe orang dalam psikologi yang menganggap tanggal itu penting ada yg bilang nggak terlalu penting, mungkin aku masuk yang kedua)

Tapi kurasa tahun ini agak berbeda bagiku (selain tengah malam ditimpuk pake tepung dan ngejar2 teman kos sambil kepala sama wajah putih semua)… 22 tahun menurut ilmu psikologi merupakan gerbang usia dewasa, karena seseorang masih bisa dianggap abg sampai umur menginjak 21 tahun, yah.. artinya untuk perihal emosi dan pemikiran, usia dibawah 21 tahun hal itu  masih dimaafkan, lha terus aku yang sudah menginjak 22 tahun, apa artinya perubahan bagiku???

 

mungkin pertanyaan itu benar2 harus ditusukkan sendiri ke alam sadarku, dengan emosi yang masih selalu goyang dan labil, walaupun ada istilah menjadi tua itu mutlak tapi menjadi dewasa itu pilihan, tapi tetap harus memilih yang lebih baik kan?? dan lagi..pemikiran ku yang masih kadang tumpang tindih dengan perasaan …

yahh.. sekarang saatnya….

saatnya kupejamkan mata… dan berkata… memilih untuk dewasa…..

Oleh: yasm1n | Mei 9, 2008

Nonton Denias…

 

Ngebahas film Denias..emm..dibilang telat..yaa juga sih.. film yang sebenarnya udah mulai ditayangin sekitar tahun 2006 barusan kutonton seminggu yang lalu di salah satu tv swasta, kebetulan itu hari libur, walaupun saya nontonnya cuman setengah udah mau akhir, soalnya temen saya baru bilangin via telepon ada film bagus, (dan menurutku lebih berbobot dari film lokal yang betebaran sekarang)

Saya paling suka adegan waktu Denias nulis catatan (yang mengandung arti filosofis) seperti ini “Nama saya Denias, Mama saya suruh saya sekolah, karena dia bilang gunung takut pada anak sekolah”

polos, benar-benar pola yang sederhana untuk mengungkapkan bahwa anak Indonesia perlu pendidikan, karena dengan ilmu kita bisa menaklukan gunung, melintasi lautan, dan terbang ke awan…

padahal dari segi latar nih film terbilang standar, latar pegunungan khas Papua, nggak ada kemewahan yang ditawarkan, tapi wajarlah namanya aja suku pedalaman, tapi ternyata malah bisa jadi nominasi oscar, trus JIFFEST, FFI, Film Etnik Terpuji

yang bikin saya terkesan, Denias sebenarnya adalah kisah nyata seorang anak suku dalam Papua  bernama Janias dan keinginannya yang kuat untuk bisa sekolah, (sekarang beliau sudah melanjutkan S2 di Australia) saya benar-benar terharu melihat kenekatan Denias kekota dan akhirnya (sebenarnya nih film mudah ditebak akhirnya)..dia bisa sekolah dengan perjuangan seorang guru.

Film Denias ini adalah film selain Gie yang yang berhasil membuat saya bangga dengan film Indonesia, film-film yang lainnya udah gagal total membuat saya berfikir tentang high quality..

saya nggak bermaksud ngebahas film dan segala efek2 dramatis dan segudang kritikan tentang pencahayaan dan tokoh2, karena saya emang nggak terlalu maniak film, kalaupun suka, paling film dokumenter, sama film sejarah. karena saya ngerasa bisa kembali ke masa lalu,

cuma disini saya mikir, betapa parahnya Negeri kita soal pendidikan, karena ternyata ada saja di sudut-sudut negeri seribu pulau ini yang belum tersentuh dengan ilmu…

sebenarnya film Denias bisa jadi ‘cubitan’ kecil untuk pemerintah, lihatlah, untuk bersekolah saja, seorang anak harus berjuang keras, sampai orangtuanya sendiri mengatakan bahwa sekolah itu hanya untuk orang kaya..

sebenarnya kalo kita lihat realita yang ada, masih banyak Denias-Denias di sudut lain yang berteriak-teriak ingin merasakan bangku sekolah,.. yah..itu salah satu PeEr Negara kita, belum lagi masalah kesejahteraan guru yang belum terjamin, termasuk guru yang ngobjek pas jam sekolah, dan ribuan guru honorer yang nggak jelas nasibnya..

terus waktu aku lihat di metro tv waktu menteri pendidikan ditanya tentang nasib guru honorer, apa jawab beliau “ wah..pembahasan itu bukan disini tempatnya”

hemm… aku aja nggak puas dengernya… yah paling tidak ditanggepin deh pertanyaan yang sebenarnya jadi masalah klasik itu, walau bagaimanapun guru honorer itu sudah menyumbang jasa yang banyak, kalo nggak dibantu ama mereka, dijamin Indonesia kekurangan guru, sekarang pun masih ada aja sekolah yang gurunya tipe ‘satu untuk semua’ (maksudnya borong mapel) terus guru honorer yang udah mengabdi selama 20 tahun namun nggak diangkat-angkat jadi PNS, gaji yang dbawah UMR, ( lama-lama Guru beralih profesi jadi buruh??)

baru-baru ini gencarnya kasus pembocoran jawaban UAN dan guru-guru yang diam-diam ngebetulin jawaban anak murid, entah karena ingin menjaga nama baik sekolah atau karena standar yang terlalu tinggi bagi anak didik,

tapi menurut saya standar pendidikan kita ni dah rendah.. apa mau direndahin lagi??, eh..alih-alih meningkatkan kualitas pendidikan, malah ada wacana untuk menghemat anggaran pendidikan sebesar 20% sebagai realisasi penghematan anggaran negara.. apa nanti negeri kita jadi negeri yang bodoh??

hemm.. saya hanya bisa mendengus sepanjang film, kepikiran bahwa negeri kita punya segudang peer di bidang pendidikan yang harus dibenahin secara total, so.. ni lagi jaman-jamannya pilkada,, mudah-mudahan bangsa Indonesia bisa memilih pemimpin yang amanah dan bisa mengemban tugas yang sangat berat ini.. Insya Allah..

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.